Turunan adalah kemiringan garis singgung
f′(a) adalah gradien kurva tepat di x = a. Untuk f(x) = x² di x = 3, f′(x) = 2x sehingga f′(3) = 6. Artinya di titik itu kurva naik enam satuan untuk setiap satu satuan ke kanan.
Turunan bukan hanya aturan untuk dihafal. Ia menjawab dua pertanyaan yang sangat sering muncul: seberapa curam sebuah kurva di satu titik, dan di mana sesuatu mencapai puncak atau dasar.
Turunan menjawab dua pertanyaan sekaligus: kemiringan kurva di satu titik, dan tempat kurva berhenti menanjak atau menurun.
f′(a) adalah gradien kurva tepat di x = a. Untuk f(x) = x² di x = 3, f′(x) = 2x sehingga f′(3) = 6. Artinya di titik itu kurva naik enam satuan untuk setiap satu satuan ke kanan.
Garis singgung lewat titik (a, f(a)) dengan gradien f′(a), jadi y = f(a) + f′(a)(x − a). Dua potong informasi itu saja sudah cukup, tidak perlu titik kedua.
Di puncak atau dasar, garis singgungnya datar, jadi f′(x) = 0. Menyelesaikan persamaan itu memberi semua kandidat puncak dan dasar. Kandidat, bukan jawaban akhir: masih harus diperiksa jenisnya.
Turunkan sekali lagi. Kalau f″(x) positif di titik itu, kurvanya membuka ke atas dan titiknya adalah minimum. Kalau negatif, titiknya maksimum. Untuk f(x) = x² − 6x + 11, f″(x) = 2 di mana pun, jadi titik stasionernya pasti minimum.
Kemiringan kurva tepat di x = a.
Butuh satu titik dan satu gradien.
Kandidat puncak atau dasar.
Menentukan jenis titik stasioner.
Tentukan garis singgung f(x) = x² − 4x + 5 di x = 3.
Jawabany = 2x − 4
Berapa nilai minimum f(x) = x² − 6x + 11?