Rasio menjawab pertanyaan yang berbeda dari pengurangan. Kalau dua besaran dibandingkan, yang penting bukan selisihnya, melainkan berapa bagian yang satu terhadap yang lain. Persen hanyalah cara menulis perbandingan itu dengan penyebut seratus.
Lihat dulu
LIHAT DULU
Delapan unit yang bernilai 40
Batang yang dipotong menjadi bagian sama besar mengubah perbandingan menjadi sesuatu yang bisa dihitung, bukan ditebak.
5/5
Cara ini bekerja untuk setiap soal perbandingan yang diketahui jumlahnya: cari nilai satu unit, lalu kalikan sebanyak bagian yang diminta.
Konsep
Rasio membandingkan, bukan mengurangkan
Rasio 3 : 5 berarti setiap 3 bagian yang pertama ada 5 bagian yang kedua. Angka 3 dan 5 di situ bukan jumlahnya, hanya bentuk perbandingannya. Karena itu 3 : 5 bisa berarti 6 dan 10, atau 15 dan 25, atau 300 dan 500.
Sederhanakan seperti pecahan
Bagi semua bagian dengan faktor yang sama, dan nilainya tidak berubah. 6 : 10 dibagi 2 menjadi 3 : 5. Rasio paling sederhana adalah yang tidak bisa dibagi lagi, persis seperti pecahan paling sederhana.
Bagian terhadap keseluruhan
Ada dua cara membaca rasio yang sama. Kalau ditanya perbandingan dua kelompok, kamu memakai 3 : 5, dan jumlahnya 8. Kalau ditanya bagian Andi dari seluruh kelereng, kamu memakai 38, bukan 35. Penyebutnya berbeda, dan itulah kesalahan yang paling sering terjadi.
Proporsi: dua rasio yang nilainya sama
Proporsi adalah pernyataan bahwa dua rasio sama besar. Kalau 35 sama dengan x40, maka nilai x bisa dicari. Cara tercepat: cari nilai satu bagian lebih dulu, baru kalikan sebanyak bagian yang diminta.
Persen adalah rasio berpenyebut 100
45% berarti 45100, yaitu 0,45. Semua persen bisa berpindah bentuk: dari pecahan ke desimal, lalu ke persen, dan sebaliknya. Yang perlu dijaga hanya satu hal, persen selalu dihitung dari suatu acuan. Kalau acuannya berubah, artinya ikut berubah.
Rumus yang dipakai
Rasio
a : b ⇒ a ÷ b
Perbandingan dua besaran dengan satuan yang sama.
Proporsi
ab = cd ⇒ a × d = b × c
Kali silang, berlaku karena kedua rasio senilai.
Persen
p% = p100
Ubah ke desimal dengan membagi 100.
Contoh pengerjaan
Kelereng Andi dan Budi
Perbandingan kelereng Andi dan Budi adalah 3 : 5. Jumlah kelereng mereka 40 butir. Berapa kelereng masing-masing?
Jumlahkan bagiannya lebih dulu: 3 + 5 = 8 unit.
Delapan unit bernilai 40, jadi satu unit bernilai 40 ÷ 8 = 5 butir.
Andi punya 3 unit: 3 × 5 = 15 butir.
Budi punya 5 unit: 5 × 5 = 25 butir.
Periksa: 15 + 25 = 40, dan 15 : 25 disederhanakan menjadi 3 : 5. Cocok.
JawabanAndi 15 butir, Budi 25 butir
Poin penting
Rasio 3 : 5 tidak berarti jumlahnya 3 dan 5, tapi bentuk perbandingannya.
Sederhanakan rasio dengan membagi semua bagian dengan faktor yang sama.
Kalau yang diketahui jumlah total, cari nilai satu unit lebih dulu.
Persen selalu dihitung dari acuan tertentu, jadi perhatikan acuannya.
Kenaikan persen dibagi harga awal, bukan harga akhir.
Latihan singkat
Harga sebuah tas naik dari Rp200.000 menjadi Rp250.000. Berapa persen kenaikannya?
PembahasanKenaikannya Rp50.000, dan acuannya harga awal: 50.000 ÷ 200.000 = 0,25 = 25%. Angka 20% muncul kalau kamu keliru membagi dengan harga baru, dan itu salah karena harga barunya sudah termasuk kenaikan.