Menguji banyak contoh tidak pernah cukup untuk membuktikan pernyataan tentang semua bilangan. Pembuktian adalah argumen yang berlaku untuk seluruh kasus sekaligus, dan hanya ada beberapa bentuk baku yang perlu dikuasai.
Lihat dulu
LIHAT DULU
Dua langkah yang menjangkau semuanya
Induksi tidak memeriksa setiap bilangan satu per satu. Ia memeriksa yang pertama, lalu menunjukkan bahwa satu kasus menyeret kasus berikutnya.
1 + 3 + 5 + … + (2n − 1) = n²yang dibuktikan
n = 1 → ruas kiri 1, ruas kanan 1basis benar
andaikan benar untuk ndipakai di langkah berikutnya
tambahkan 2(n + 1) − 1 = 2n + 1suku berikutnya
n² + 2n + 1 = (n + 1)²tepat bentuk untuk n + 1
berlaku untuk setiap bilangan asli nselesai
6/6
Basis tanpa langkah induksi tidak membuktikan apa pun, dan sebaliknya. Keduanya harus dikerjakan.
Konsep
Bukti langsung
Mulai dari yang diketahui, lalu melangkah menuju yang ingin dibuktikan, dengan setiap langkah punya alasan. Contohnya, jumlah dua bilangan genap selalu genap: tulis keduanya sebagai 2m dan 2n, jumlahnya 2(m + n), dan bentuk itu memang bentuk bilangan genap.
Kontraposisi
Membuktikan “jika P maka Q” sama dengan membuktikan “jika bukan Q maka bukan P”. Kadang arah kedua jauh lebih mudah. Pernyataan “jika n² ganjil maka n ganjil” lebih sulit dibuktikan langsung daripada kontraposisinya.
Kontradiksi
Andaikan yang ingin dibuktikan itu salah, lalu turunkan akibat yang mustahil. Bukti bahwa akar dua bukan bilangan rasional bekerja begitu: andaikan ia rasional, tulis sebagai pecahan paling sederhana, dan kedua bilangan itu ternyata harus genap, padahal pecahannya sudah paling sederhana.
Induksi matematika
Dipakai untuk pernyataan yang berlaku bagi setiap bilangan asli. Buktikan benar untuk n = 1, lalu buktikan bahwa kalau benar untuk sembarang n maka benar juga untuk n + 1. Kedua langkah itu bersama-sama menjangkau semua bilangan asli, seperti deretan kartu domino yang saling menjatuhkan.
Rumus yang dipakai
Kontraposisi
(P → Q) ≡ (bukan Q → bukan P)
Kedua pernyataan itu setara nilainya.
Langkah induksi
P(1) benar dan P(n) → P(n + 1)
Basis dan langkah induksi harus keduanya dikerjakan.
Jumlah n bilangan ganjil pertama
1 + 3 + 5 + … + (2n − 1) = n²
Contoh klasik untuk induksi.
Jumlah n bilangan asli pertama
1 + 2 + … + n = n(n + 1)2
Sering dipakai sebagai langkah bantu.
Contoh pengerjaan
Induksi untuk jumlah bilangan ganjil
Buktikan bahwa 1 + 3 + 5 + … + (2n − 1) = n² untuk setiap bilangan asli n.
Basis: untuk n = 1, ruas kiri 1 dan ruas kanan 1² = 1, jadi benar.
Tambahkan suku berikutnya, yaitu 2(n + 1) − 1 = 2n + 1, ke kedua ruas.
Ruas kirinya menjadi n² + 2n + 1.
Bentuk itu sama dengan (n + 1)², tepat bentuk yang diharapkan untuk n + 1.
Basis dan langkah induksi keduanya berhasil, jadi pernyataannya benar untuk semua bilangan asli.
JawabanTerbukti dengan induksi matematika
Poin penting
Contoh yang banyak tetap bukan bukti, sedangkan satu contoh penyangkal sudah cukup membantah.
Kontraposisi membalik sekaligus menegasikan kedua bagian pernyataan.
Kontradiksi bekerja dengan menurunkan akibat yang mustahil.
Induksi butuh dua langkah: basis dan langkah induksi.
Latihan singkat
Apa yang cukup untuk membantah pernyataan “semua bilangan prima itu ganjil”?
PembahasanSatu contoh yang memenuhi syarat tetapi melanggar kesimpulan sudah cukup membantah, dan bilangan 2 prima sekaligus genap. Menghitung seribu contoh tidak membantah apa pun, sedangkan satu bilangan prima ganjil justru mendukung pernyataannya.