Statistika hampir selalu bekerja dengan sebagian data, bukan seluruhnya. Karena itu pertanyaan pertamanya bukan bagaimana menghitung, melainkan dari mana datanya datang. Sampel yang salah membuat hitungan yang rapi tetap salah.
Lihat dulu
LIHAT DULU
Sampel yang besar belum tentu jujur
Dua sampel dari populasi yang sama bisa memberi jawaban berbeda jauh. Yang menentukan bukan banyaknya data, tapi cara memilihnya.
5/5
Bias tidak hilang dengan memperbesar sampel. Sampel yang condong tetap condong, hanya saja tampak lebih meyakinkan.
Konsep
Populasi dan sampel
Populasi adalah seluruh kumpulan yang ingin disimpulkan, sampel adalah bagian yang benar-benar diukur. Mengukur seluruh populasi jarang mungkin: terlalu mahal, terlalu lama, atau merusak. Karena itu kesimpulan selalu diambil dari sampel, dan selalu membawa ketidakpastian.
Sampel acak
Cara paling aman adalah memberi setiap anggota populasi peluang yang sama untuk terpilih, seperti pada undian atau pembangkit bilangan acak. Yang penting bukan angkanya acak, melainkan cara memilihnya tidak berpihak.
Bias seleksi
Bias muncul kalau sebagian populasi lebih mudah masuk sampel daripada yang lain. Survei lewat telepon rumah melewatkan orang yang hanya punya ponsel, dan kuesioner di kafe melewatkan orang yang tidak pernah ke kafe. Sampelnya bisa besar dan tetap salah.
Bias respons dan ukuran sampel
Orang yang memilih menjawab biasanya berbeda dari yang tidak menjawab, dan itu bias tersendiri. Menambah ukuran sampel memperkecil kesalahan acak, tetapi tidak memperbaiki bias: sampel yang condong tetap condong, hanya saja tampak lebih meyakinkan.
Rumus yang dipakai
Galat baku rata-rata
SE = σ√n
Simpangan baku populasi dibagi akar ukuran sampel.
Ukuran sampel
n = (σE)²
E adalah galat terbesar yang bisa ditoleransi.
Selang keyakinan 95 persen
μ = rata-rata sampel ± 1,96 · SE
Satu angka saja tidak pernah cukup, selalu ada rentangnya.
Contoh pengerjaan
Sampel yang tidak mewakili
Sebuah sekolah ingin tahu rata-rata waktu belajar siswanya. Petugas menyebar kuesioner di perpustakaan pada jam istirahat dan mendapat 120 jawaban dengan rata-rata 3 jam per hari. Apa yang salah dari cara itu?
Populasinya adalah seluruh siswa sekolah itu.
Sampelnya adalah 120 siswa yang sedang berada di perpustakaan saat jam istirahat.
Siswa yang menghabiskan istirahat di perpustakaan cenderung lebih banyak belajar daripada siswa lain.
Jadi sampelnya bias seleksi: anggotanya dipilih oleh tempat, bukan oleh undian.
Akibatnya rata-rata 3 jam itu cenderung terlalu tinggi, dan menambah jumlah responden tidak akan memperbaikinya.
JawabanSampelnya bias seleksi, jadi rata-ratanya cenderung terlalu tinggi
Poin penting
Populasi adalah seluruh yang ingin disimpulkan, sampel adalah bagian yang diukur.
Sampel acak memberi setiap anggota populasi peluang yang sama untuk terpilih.
Bias seleksi muncul kalau sebagian populasi lebih mudah masuk sampel.
Menambah ukuran sampel memperkecil kesalahan acak, bukan bias.
Latihan singkat
Manakah cara pengambilan sampel yang paling kecil kemungkinan biasnya?
PembahasanUndian memberi setiap anggota populasi peluang yang sama, jadi tidak ada bagian yang sengaja dilebihkan. Tiga cara lainnya memilih berdasarkan kemudahan dijangkau, dan kemudahan itu biasanya berkaitan dengan sifat yang sedang diukur.