03

Dimensi tiga: jarak & sudut

03 · Geometri & pengukuran8 menit · Menengah

Bangun ruang punya panjang, lebar, dan tinggi sekaligus, sehingga jarak di dalamnya tidak lagi muat di satu segitiga. Alat hitungnya tetap Pythagoras, hanya dipasang dua kali berturut-turut.

Lihat dulu

LIHAT DULU

Diagonal yang melintasi isi balok

Jarak di dalam bangun ruang tidak muat di satu segitiga. Diagonal ruang dihitung dari diagonal alasnya, jadi Pythagoras dipakai dua kali berturut-turut.

5
5/5
Sudut antara sebuah garis dan sebuah bidang selalu diukur setelah garisnya diproyeksikan ke bidang itu. Tanpa proyeksi, sudutnya terukur terlalu besar.

Konsep

Rusuk, diagonal sisi, dan diagonal ruang

Rusuk adalah garis pertemuan dua sisi, misalnya AB. Diagonal sisi menghubungkan dua titik sudut pada satu sisi yang sama, misalnya AC pada alas. Diagonal ruang menghubungkan dua titik sudut yang tidak sebidang, misalnya AG, dan garis itu melintasi bagian dalam bangun.

Pythagoras dipakai dua kali

Diagonal sisi dihitung dari dua rusuk yang bertemu tegak lurus. Diagonal ruang dihitung dari diagonal sisi dan satu rusuk tegak. Tidak ada rumus baru di sini: hanya dua segitiga siku-siku yang dipasang berurutan, dan yang kedua memakai hasil yang pertama.

Sudut antara garis dan bidang

Sudut antara sebuah garis dan sebuah bidang diukur setelah garis itu diproyeksikan ke bidangnya. Proyeksi AG pada alas adalah AC, jadi sudut yang dicari adalah sudut antara AG dan AC. Tanpa memproyeksikan lebih dulu, sudutnya selalu terukur terlalu besar.

Rumus yang dipakai

Diagonal sisi
d = √p² + l²

Dihitung dari dua rusuk yang bertemu tegak lurus.

Diagonal ruang
D = √p² + l² + t²

Rusuk tegak ikut masuk ke dalam akar.

Sudut terhadap alas
tan θ = td

Tinggi dibagi proyeksinya, yaitu diagonal alas.

Contoh pengerjaan

Diagonal ruang dan sudutnya pada balok 4 × 3 × 2

Sebuah balok berukuran panjang 4 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 2 cm. Hitung panjang diagonal ruangnya, lalu sudut yang dibentuknya dengan alas.

  1. Cari dulu diagonal alasnya: AC = √(4² + 3²) = √25 = 5 cm.
  2. Sekarang ada segitiga ACG yang siku-siku di C, dengan AC = 5 dan CG = 2.
  3. Pythagoras sekali lagi: AG = √(5² + 2²) = √29 ≈ 5,39 cm.
  4. Sudut terhadap alas diukur di A, antara AG dan proyeksinya AC.
  5. tan θ = CG ÷ AC = 2 ÷ 5 = 0,4, sehingga θ ≈ 21,8°.

JawabanDiagonal ruangnya √29 ≈ 5,39 cm, dan sudutnya ≈ 21,8°

Poin penting

  • Diagonal ruang dihitung dengan Pythagoras dua kali, bukan dengan rumus baru.
  • Sudut antara garis dan bidang diukur setelah garisnya diproyeksikan lebih dulu.
  • Balok 4 × 3 × 2 punya diagonal sisi 5 dan diagonal ruang √29.
  • Kubus bersisi a punya diagonal sisi a√2 dan diagonal ruang a√3.

Latihan singkat

MudahSoal 1 dari 3

Sebuah kubus punya panjang rusuk 3 cm. Berapa panjang diagonal sisinya?

SedangSoal 2 dari 3

Manakah yang benar untuk sebuah kubus dengan panjang rusuk a?

SulitSoal 3 dari 3

Sebuah balok berukuran panjang 6 cm, lebar 2 cm, dan tinggi 3 cm. Berapa panjang diagonal ruangnya?

Skor sesi ini0 / 3