Sebuah bangun bisa dipindahkan tanpa diubah, atau diubah ukurannya tanpa diubah bentuknya. Keempat cara melakukannya punya nama, dan masing-masing cukup ditulis sebagai satu aturan pada pasangan koordinat.
Lihat dulu
LIHAT DULU
Satu bentuk, empat perpindahan
Bangun yang sama bisa digeser, dicerminkan, diputar, atau diperbesar. Tiga di antaranya tidak mengubah ukurannya sama sekali.
5/5
Translasi, refleksi, dan rotasi menjaga ukuran. Dilatasi mengubahnya, dan luas bangun hasilnya menjadi k² kali luas asalnya.
Konsep
Empat cara memindahkan bangun
Translasi menggeser bangun sejauh vektor tertentu. Refleksi mencerminkannya terhadap sebuah garis. Rotasi memutarnya terhadap satu titik pusat. Dilatasi memperbesar atau memperkecilnya terhadap satu titik pusat. Keempatnya bekerja pada setiap titik bangun dengan aturan yang sama.
Tiga di antaranya menjaga ukuran
Translasi, refleksi, dan rotasi hanya memindahkan. Panjang sisi, besar sudut, dan luasnya tidak berubah sama sekali. Dilatasi berbeda: ia mengalikan semua jarak dengan faktor k, sehingga bentuknya tetap tapi ukurannya berubah. Karena itu luasnya berubah k² kali.
Membaca hasilnya dari koordinat
Setiap transformasi bisa ditulis sebagai aturan yang memetakan (x, y) ke pasangan baru. Menghitung bayangan sebuah titik tidak perlu menggambar: cukup terapkan aturannya. Gambar tetap berguna untuk memeriksa, karena satu tanda yang salah akan terlihat sebagai bayangan di kuadran yang keliru.
Rumus yang dipakai
Translasi oleh (a, b)
(x, y) → (x + a, y + b)
Setiap titik bergeser dengan aturan yang sama.
Refleksi terhadap sumbu x
(x, y) → (x, −y)
Hanya tanda y yang berubah. Terhadap sumbu y, yang berubah adalah x.
Rotasi 90° berlawanan jarum jam
(x, y) → (−y, x)
Terhadap titik asal. Searah jarum jam menukar tandanya.
Dilatasi berfaktor k
(x, y) → (kx, ky)
Terhadap titik asal. Bentuknya tetap, ukurannya berubah.
Contoh pengerjaan
Memutar segitiga 90° terhadap titik asal
Segitiga ABC dengan A(1, 1), B(3, 1), dan C(1, 2) diputar 90° berlawanan arah jarum jam terhadap titik asal. Tentukan koordinat bayangannya.
Rotasi 90° berlawanan jarum jam memakai aturan (x, y) → (−y, x).
Titik A(1, 1): −1 dan 1, jadi A′(−1, 1).
Titik B(3, 1): −1 dan 3, jadi B′(−1, 3).
Titik C(1, 2): −2 dan 1, jadi C′(−2, 1).
Periksa ukurannya: AB semula 2 satuan, dan A′B′ juga 2 satuan. Rotasi memang tidak mengubah panjang.
JawabanA′(−1, 1), B′(−1, 3), dan C′(−2, 1)
Poin penting
Translasi, refleksi, dan rotasi memindahkan bangun tanpa mengubah ukurannya.
Dilatasi mengubah ukuran dengan faktor k, tetapi bentuknya tetap.
Setiap transformasi punya aturan sendiri untuk pasangan (x, y).
Rotasi 90° berlawanan jarum jam memetakan (x, y) ke (−y, x).
Latihan singkat
MudahSoal 1 dari 3
Titik (4, −3) dicerminkan terhadap sumbu x. Di mana bayangannya?
Pencerminan terhadap sumbu x membalik tanda y saja.
PembahasanRefleksi terhadap sumbu x hanya membalik tanda y, sehingga (4, −3) menjadi (4, 3). Pilihan (−4, −3) membalik tanda x, dan itu refleksi terhadap sumbu y.
SedangSoal 2 dari 3
Transformasi mana saja yang tidak mengubah ukuran bangun?
Cari yang mengubah jarak antar titik, bukan yang memindahkannya.
PembahasanTranslasi, refleksi, dan rotasi hanya memindahkan, jadi ukurannya tetap. Dilatasi mengalikan semua jarak dengan faktor skalanya, sehingga luas bangunnya berubah menjadi 4 kali lipat.
SulitSoal 3 dari 3
Titik (2, −1) didilatasi dengan faktor 3 terhadap titik asal. Di mana bayangannya? Tulis jawabannya sebagai pasangan koordinat.
Kalikan kedua koordinat dengan faktor skalanya, jangan hanya salah satu.
PembahasanKedua koordinat dikalikan faktor skalanya: (2 × 3, −1 × 3) = (6, −3). Mengalikan hanya satu koordinat akan menggeser titiknya, bukan memperbesarnya terhadap titik asal.