Himpunan adalah kumpulan objek yang batasnya jelas. Yang membuatnya berguna bukan anggotanya satu per satu, melainkan cara beberapa himpunan saling berhubungan: apa yang dimiliki bersama, apa yang hanya dimiliki salah satunya, dan apa yang di luar keduanya.
Lihat dulu
LIHAT DULU
Irisan, gabungan, dan yang di luar keduanya
Diagram Venn mengubah operasi himpunan menjadi daerah yang bisa dilihat. Sekali daerahnya terbaca, menghitungnya tinggal soal penjumlahan.
5/5
Yang berada di luar kedua lingkaran adalah komplemen gabungannya, dihitung sebagai seluruh semesta dikurangi |A ∪ B|.
Konsep
Himpunan dan anggotanya
Himpunan ditulis dengan kurung kurawal, dan anggotanya dipisahkan koma. Notasi a ∈ A berarti a adalah anggota A, sedangkan a ∉ A berarti sebaliknya. Himpunan semesta S memuat semua objek yang sedang dibicarakan, dan himpunan kosong tidak punya anggota sama sekali.
Irisan, gabungan, dan komplemen
Irisan A ∩ B memuat anggota yang ada di kedua himpunan sekaligus. Gabungan A ∪ B memuat semua anggota yang ada di salah satunya atau di keduanya. Komplemen Aⁿ memuat anggota semesta yang tidak ada di A. Ketiganya bisa dibaca langsung dari gambar, dan itulah gunanya diagram Venn.
Menghitung tanpa mendaftar
Untuk dua himpunan, banyaknya anggota gabungan tidak sama dengan jumlah kedua himpunan: anggota yang ada di keduanya terhitung dua kali, jadi harus dikurangi sekali. Dari situ komplemennya juga bisa dihitung, yaitu seluruh semesta dikurangi gabungannya. Inilah bentuk paling sederhana dari aturan inklusi-eksklusi.
Rumus yang dipakai
Banyaknya gabungan
|A ∪ B| = |A| + |B| − |A ∩ B|
Irisannya dikurangi sekali karena terhitung dua kali.
Komplemen
|Aⁿ| = |S| − |A|
Seluruh semesta dikurangi himpunan itu sendiri.
Di luar keduanya
|S| − |A ∪ B|
Yang tidak termasuk A maupun B.
Contoh pengerjaan
Yang tidak menyukai keduanya
Di sebuah kelas berisi 40 siswa, 25 siswa menyukai matematika, 20 siswa menyukai IPA, dan 10 siswa menyukai keduanya. Berapa siswa yang tidak menyukai keduanya?
Yang menyukai matematika atau IPA: |M ∪ I| = 25 + 20 − 10 = 35.
Angka 10 dikurangi sekali karena 10 siswa itu terhitung dua kali, sekali di kelompok matematika dan sekali di kelompok IPA.
Yang tidak menyukai keduanya adalah komplemennya: 40 − 35 = 5.
Periksa dengan menguraikan seluruhnya: 15 siswa hanya matematika, 10 keduanya, dan 10 hanya IPA. Jumlahnya 35, cocok.
Jawaban5 siswa
Poin penting
Irisan memuat anggota yang ada di kedua himpunan.
Gabungan memuat anggota yang ada di salah satunya atau keduanya.
Anggota irisan terhitung dua kali, jadi harus dikurangi sekali.
Komplemen selalu dihitung terhadap himpunan semesta.
Latihan singkat
MudahSoal 1 dari 3
Diketahui A = {1, 2, 3, 4} dan B = {3, 4, 5, 6}. Berapa A ∩ B?
Cari angka yang muncul di kedua himpunan.
PembahasanIrisan memuat anggota yang ada di kedua himpunan, yaitu 3 dan 4. Pilihan terakhir justru gabungannya, dan pilihan kedua memuat anggota yang hanya ada di A.
SedangSoal 2 dari 3
Diketahui A = {1, 2, 3, 4} dan B = {3, 4, 5, 6}. Berapa banyak anggota A ∪ B?
Hitung dulu berapa anggota yang terhitung dua kali.
PembahasanGabungannya adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6}, jadi ada 6 anggota. Menjumlahkan kedua himpunan memberi 8, dan itu terlalu banyak karena 3 dan 4 terhitung dua kali.
SulitSoal 3 dari 3
Kalau |A ∪ B| = |A| + |B|, maka A ∩ B adalah himpunan kosong.
Perhatikan suku yang dikurangkan pada rumus gabungan.
PembahasanRumus gabungan selalu mengurangi |A ∩ B|. Supaya hasilnya sama dengan jumlah biasa, yang dikurangi harus nol, dan itu berarti tidak ada anggota yang dimiliki bersama. Dengan kata lain, kedua himpunan saling lepas.