Membilang satu per satu menjadi tidak mungkin begitu pilihannya bertambah. Kaidah pencacahan menggantinya dengan perkalian, dan dua bentuknya dibedakan oleh satu pertanyaan: apakah urutannya diperhatikan.
Lihat dulu
LIHAT DULU
Pohon yang menghitung 3 × 2 × 1
Setiap cabang adalah satu pilihan. Dengan menggambar seluruh cabangnya, banyaknya susunan bisa dihitung tanpa menghafal rumus.
5/5
Kalau urutannya diabaikan, ABC dan ACB dianggap sama, dan keenam susunan itu menyusut menjadi satu kumpulan. Itulah bedanya dengan kombinasi.
Konsep
Kaidah pencacahan
Kalau sebuah pekerjaan berjalan dalam beberapa tahap, dan tiap tahap punya sejumlah pilihan, seluruhnya dikalikan. Tiga kaus dan dua celana memberi 3 × 2 = 6 pasangan, bukan 3 + 2. Perkalian itu sah karena setiap pilihan tahap pertama boleh berpasangan dengan setiap pilihan tahap berikutnya.
Permutasi: urutan diperhatikan
Menyusun tiga huruf A, B, dan C menghasilkan 3 × 2 × 1 = 6 susunan, karena huruf yang sudah dipakai tidak bisa dipakai lagi. Setiap susunan berbeda dari yang lain, termasuk ABC dan ACB. Untuk memilih r dari n hal dengan urutan diperhatikan, tahapnya berhenti setelah r langkah, sehingga sisanya tidak ikut dikalikan.
Kombinasi: urutan diabaikan
Kalau yang dipilih hanya kumpulannya, bukan susunannya, maka AB dan BA adalah pilihan yang sama. Setiap kumpulan berisi r anggota dihitung r! kali terlalu banyak oleh permutasi, jadi hasilnya dibagi r!. Itulah satu-satunya perbedaan antara keduanya.
Rumus yang dipakai
Kaidah pencacahan
n1 × n2 × … × nk
Tahap yang berurutan dikalikan, bukan dijumlahkan.
Permutasi
nPr = n!(n − r)!
Urutan diperhatikan, jadi tiap susunan dihitung sendiri.
Kombinasi
nCr = n!r!(n − r)!
Urutan diabaikan, jadi hasilnya dibagi r!.
Hubungan keduanya
nCr = nPrr!
Permutasi menghitung tiap kumpulan r! kali.
Contoh pengerjaan
Dua cara menghitung hal yang berbeda
Dari 5 siswa akan dipilih dua orang. Berapa banyak caranya kalau keduanya mendapat jabatan berbeda, dan berapa banyak kalau jabatannya sama?
Jabatan berbeda berarti urutan diperhatikan, jadi ini permutasi.
5P2 = 5 × 4 = 20 cara, karena tahapnya berhenti setelah dua langkah.
Jabatan sama berarti urutan diabaikan, jadi ini kombinasi.
5C2 = 20 ÷ 2! = 20 ÷ 2 = 10 cara.
Periksa dengan penalaran: setiap pasangan dihitung dua kali oleh permutasi, sekali sebagai AB dan sekali sebagai BA.
Jawaban20 cara kalau jabatannya berbeda, 10 cara kalau jabatannya sama
Poin penting
Tahap yang berurutan dikalikan, bukan dijumlahkan.
Permutasi dipakai kalau urutan diperhatikan.
Kombinasi dipakai kalau urutan diabaikan.
Kombinasi sama dengan permutasi dibagi r!.
Latihan singkat
MudahSoal 1 dari 3
Seorang siswa punya 4 kaus dan 3 celana. Berapa banyak pasangan pakaian yang bisa dipakai?
Yang dicari banyaknya pasangan, bukan banyaknya barang.
PembahasanSetiap kaus boleh berpasangan dengan setiap celana, jadi seluruhnya dikalikan: 4 × 3 = 12. Menjumlahkannya menjadi 7 hanya menghitung banyaknya barang, bukan banyaknya pasangan.
SedangSoal 2 dari 3
Manakah yang dihitung dengan permutasi, bukan kombinasi?
Tanyakan pada diri sendiri: kalau dua pilihannya ditukar, apakah hasilnya berubah?
PembahasanKetua dan wakil ketua tidak bisa ditukar tanpa mengubah hasilnya, dan urutan finis juga berbeda bagi tiap pelari. Dua pilihan lainnya hanya menghasilkan kumpulan, sehingga AB dan BA dianggap sama.
SulitSoal 3 dari 3
Sebuah kelompok berisi 6 orang. Setiap orang berjabat tangan tepat sekali dengan setiap orang lain. Berapa banyak jabat tangan yang terjadi?
Yang dihitung adalah pasangan orang, bukan urutan orang.
PembahasanJabat tangan tidak punya urutan: berjabat dengan A lalu B sama saja dengan B lalu A. Jadi ini kombinasi, 6C2 = (6 × 5) ÷ 2 = 15.